Pages

Rabu, 09 Februari 2011

PEMANFAATAN KOMPUTER DALAM DUNIA PENDIDIKAN


Teknologi Informasi, Inovasi bagi Dunia Pendidikan

I.              TEKNOLOGI INFORMASI DAN PENDIDIKAN DI INDONESIA

A. Dunia Pendidikan Konvensional Indonesia

Secara umum Dunia Pendidikan memang belum pernah benar-benar menjadi wacana yang publik di Indonesia, dalam arti dibicarakan secara luas oleh berbagai kalangan baik yang bersentuhan langsung maupun tidak langsung dengan urusan pendidikan. Namun demikian, bukan berarti bahwa permasalahan ini tidak pernah menjadi perhatian.

Upaya-upaya peningkatan kualitas mutu serta kuantitas yang membawa nama pendidikan telah dilakukan oleh pihak pemerintah, walau sampai saat ini kita belum melihat hasil dari usaha tersebut. Apabila kita melihat dari sudut pandang nasional atau alias yang umum-umum saja jadi marilah kita lihat apa yang dilakukan oleh pemerintah. Usaha yang dilakukan oleh pemerintah biasanya bersifat konstitusional demi mendapatkan lulusan dari sekolah yang kompetitif dan siap bersaing secara global, semisalkan dengan menetapkan angka batas minimal kelulusan UAN dengan nilai sebesar 4,00 dengan tidak digabung dengan poin pada ujian praktek ditambah lagi tanpa ujian praktek. Pada hal ini bukannya kita menemukan pemerintah berusaha untuk memperbaiki mutu pendidikan melainkan nampak sepertinya pemerintah hendak menjegal generasi kita.

Apabila kita amati dengan seksama, apa sebenarnya yang menjadi inti permasalahan pada dunia pendidikan, mungkin jauh lebih sulit dari menggantang asap. Berbagai hal dapat saja dipersalahkan sebagai pokok masalah yang menghambat kemajuan dunia pendidikan di Indonesia. Namun demikian, yang jelas-jelas dapat kita temukan sebagai suatu kecacatan ialah proses belajar mengajar konvensional yang mengandalkan tatap muka antara guru dan murid, dosen dengan mahasiswa, pelatih dengan peserta latihan, bagaimanapun merupakan sasaran empuk yang paling mudah menjadi sasaran bagi suara-suara kritis yang menghendaki peningkatan kualitas pada dunia pendidikan.

Ketidakefektifan adalah kata yang paling cocok untTuk sistem ini, sebab seiring dengan perkembangan zaman, pertukaran informasi menjadi semakin cepat dan instan, namun institut yang masih menggunakan sistem tradisional ini mengajar (di jenjang sekolah tinggi kita anggap memberikan informasi) dengan sangat lambat dan tidak seiring dengan perkembangan IT. Sistem konvensional ini seharusnya sudah ditinggalkan sejak ditemukannya media komunikasi multimedia. Karena sifat Internet yang dapat dihubungi setiap saat, artinya siswa dapat memanfaatkan program-program pendidikan yang disediakan di jaringan Internet kapan saja sesuai dengan waktu luang mereka sehingga kendala ruang dan waktu yang mereka hadapi untuk mencari sumber belajar dapat teratasi. Dengan perkembangan pesat di bidang teknologi telekomunikasi, multimedia, dan informasi; mendengarkan ceramah, mencatat di atas kertas sudah tentu ketinggalan jaman.

B. Penggunaan IT Dalam Dunia Pendidikan

Arti IT bagi dunia pendidikan seharusnya berarti tersedianya saluran atau sarana yang dapat dipakai untuk menyiarkan program pendidikan. Namun hal Pemanfaatan IT ini di Indonesia baru memasuki tahap mempelajari berbagai kemungkinan pengembangan dan penerapan IT untuk pendidikan memasuki milenium ketiga ini.

Padahal penggunaan IT ini telah bukanlah suatu wacana yang asing di negeri Paman Sam Sana. Pemanfaatan IT dalam bidang pendidikan sudah merupakan kelaziman di Amerika Serikat pada dasawarsa yang telah lalu. Ini merupakan salah satu bukti utama ketertinggalan bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa di dunia.

Berikut ini ialah sampel-sampel dari luar negeri hasil revolusi dari sistem pendidikan yang berhasil memanfaatkan Teknologi Informasi untuk menunjang proses pembelajaran mereka:

1. SD River Oaks di Oaksville, Ontario, Kanada, merupakan contoh tentang apa yang bakal terjadi di sekolah. SD ini dibangun dengan visi khusus: sekolah harus bisa membuat murid memasuki era informasi instan dengan penuh keyakinan. Setiap murid di setiap kelas berkesempatan untuk berhubungan dengan seluruh jaringan komputer sekolah. CD-ROM adalah fakta tentang kehidupan. Sekolah ini bahkan tidak memiiki ensiklopedia dalam bentuk cetakan. Di seluruh perpustakaan, referensinya disimpan di dalam disket video interktif dan CD-ROM-bisa langsung diakses oleh siapa saja, dan dalam berbagai bentuk: sehingga gambar dan fakta bisa dikombinasikan sebelum dicetak;foto bisa digabungkan dengan informasi.

2. SMU Lester B. Pearson di Kanada merupakan model lain dari era komputer ini. Sekolah ini memiliki 300 komputer untuk 1200 murid. Dan sekolah ini memiliki angka putus sekolah yang terendah di Kanada: 4% dibandingkan rata-rata nasional sebesar 30%

3. Prestasi lebih spektakuler ditunjukkan oleh SMP Christopher Columbus di Union City, New Jersey. Di akhir 1980-an, nilai ujian sekolah ini begitu rendah, dan jumlah murid absen dan putus sekolah begitu tinggi hingga negara bagian memutuskan untuk mengambil alih. Lebih dari 99% murid berasal dari keluarga yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua.

Bell Atlantic- Sebuah perusahaan telepon di daerah itu membantu menyediakan komputer dan jaringan yang menghubungkan rumah murid dengan ruang kelas, guru, dan administrator sekolah. Semuanya dihubungkan ke Internet, dan para guru dilatih menggunakan komputer pribadi. Sebagai gantinya, para guru mengadakan kursus pelatihan akhir minggu bagi orangtua.

Dalam tempo dua tahun, baik angka putus sekolah maupun murid absen menurun ke titik nol. Nilai ujian-standar murid meningkat hampir 3 kali lebih tinggi dari rata-rata sekolah seantero New Jersey.

Informasi yang diwakilkan oleh komputer yang terhubung dengan internet sebagai media utamanya telah mampu memberikan kontribusi yang demikian besar bagi proses pendidikan. Teknologi interaktif ini memberikan katalis bagi terjadinya perubahan medasar terhadap peran guru: dari informasi ke transformasi. Setiap sistem sekolah harus bersifat moderat terhadap teknologi yang memampukan mereka untuk belajar dengan lebih cepat, lebih baik, dan lebih cerdas. Dan Teknologi Informasi yang menjadi kunci untuk menuju model sekolah masa depan yang lebih baik.

Namun usaha-usaha dari anak-anak bangsa juga terus dilakukan untuk mengejar ketertinggalan bangsa Indonesia dalam hal penyampaian proses pendidikan dengan penggunaan IT. Semisalnya, baru-baru ini Telkom, Indosat, dan Institut Teknologi Bandung (ITB) menyatakan kesiapannya untuk mengembangkan IT untuk pendidikan di Indonesia, dimulai dengan proyek-proyek percontohan.Telkom menyatakan akan terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas infrastruktur jaringan telekomunikasi yang diharapkan dapat menjadi tulang punggung (backbone) bagi pengembangan dan penerapan IT untuk pendidikan serta implementasi-implementasi lainnya di Indonesia. Bahkan, saat ini Telkom mulai mengembangkan teknologi yang memanfaatkan ISDN (Integrated Sevices Digital Network) untuk memfasilitasi penyelenggaraan konferensi jarak jauh (teleconference) sebagai salah satu aplikasi pembelajaran jarak jauh.

Banyak aspek dapat diajukan untuk dijadikan sebagai alasan-alasan untuk mendukung pengembangan dan penerapan IT untuk pendidikan dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas pendidikan nasional Indonesia. Salah satu aspeknya ialah kondisi geografis Indonesia dengan sekian banyaknya pulau yang terpencar-pencar dan kontur permukaan buminya yang seringkali tidak bersahabat, biasanya diajukan untuk menjagokan pengembangan dan penerapan IT untuk pendidikan. IT sangat mampu dan dijagokan agar menjadi fasilitator utama untuk meratakan pendidikan di bumi Nusantara, sebab IT yang mengandalkan kemampuan pembelajaran jarak jauhnya tidak terpisah oleh ruang, jarak dan waktu. Demi penggapaian daerah-daerah yang sulit tentunya diharapkan penerapan ini agar dilakukan sesegera mungkin di Indonesia.

IMPLIKASI IT DI DUNIA PENDIDIKAN INDONESIA

e-Education, istilah ini mungkin masih asing bagi bangsa Indonesia. e-education (Electronic Education) ialah istilah penggunaan IT di bidang Pendidikan. Internet membuka sumber informasi yang tadinya susah diakses. Akses terhadap sumber informasi bukan menjadi masalah lagi. Perpustakaan merupakan salah satu sumber informasi yang mahal harganya. (Berapa banyak perpustakaan di Indonesia, dan bagaimana kualitasnya?) Adanya Internet memungkinkan seseorang di Indonesia untuk mengakses perpustakaan di Amerika Serikat berupa Digital Library. Sudah banyak cerita tentang pertolongan Internet dalam penelitian, tugas akhir. Tukar menukar informasi atau tanya jawab dengan pakar dapat dilakukan melalui Internet. Tanpa adanya Internet banyak tugas akhir dan thesis yang mungkin membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk diselesaikan.

A. Pemanfaatan IT Bagi Institut Pendidikan

Pesatnya perkembangan IT, khususnya internet, memungkinkan pengembangan layanan informasi yang lebih baik dalam suatu institusi pendidikan. Dilingkungan perguruan tinggi, pemanfaatan IT lainnya yaitu diwujudkan dalam suatu sistem yang disebut electronic university (e-University). Pengembangan e-University bertujuan untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan, sehingga perguruan tinggi dapat menyediakan layanan informasi yang lebih baik kepada komunitasnya, baik didalam maupun diluar perguruan tinggi tersebut melalui internet. Layanan pendidikan lain yang bisa dilaksanakan melalui sarana internet yaitu dengan menyediakan materi kuliah secara online dan materi kuliah tersebut dapat diakses oleh siapa saja yang membutuhkan.

Lingkungan Akademis Pendidikan Indonesia yang mengenal alias sudah akrab dengan Implikasi IT di bidang Pendidikan adalah UI dan ITB. Semisalnya UI. Hampir setiap Fakultas yang terdapat di UI memiliki jaringan yang dapat di akses oleh masyarakat, memberikan informasi bahkan bagi yang sulit mendapatkannya karena problema ruang dan waktu. Hal ini juga tentunya sangat membantu bagi calon mahasiswa maupun mahasiswa atau bahkan alumni yang membutuhkan informasi tentang biaya kuliah, kurikulum, dosen pembimbing, atau banyak yang lainnya. Contoh lain adalah Universitas Swasta Bina Nusantara juga memiliki jaringan Internet yang sangat mantap, yang melayakkan mereka mendapatkan penghargaan akademi pendidikan Indonesia dengan situs terbaik. Layanan yang disediakan pada situs mereka dapat dibandingkan dengan layanan yang disediakan oleh situs-situs pendidikan luar negeri seperti Institut Pendidikan California atau Institut Pendidikan Virginia, dan sebagainya.

Pada tingkat pendidikan SMU implikasi IT juga sudah mulai dilakukan walau belum mampu menjajal dengan implikasi-implikasinya pada tingkatan pendidikan lanjutan. Di SMU ini rata-rata penggunaan internet hanyalah sebagai fasilitas tambahan dan lagi IT belum menjadi kurikulum utama yang diajarkan untuk siswa. IT belum menjadi media database utama bagi nilai-nilai, kurikulum, siswa, guru atau yang lainnya. Namun prospek untuk masa depan, penggunaan IT di SMU cukup cerah.

Selain untuk melayani Institut pendidikan secara khusus, adapula yang untuk dunia pendidikan secara umum di indonesia. Ada juga layanan situs internet yang menyajikan kegiatan sistem pendidikan di indonesia. situs ini dimaksudkan untuk merangkum informasi yang berhubungan dengan perkembangan pendidikan yang terjadi dan untuk menyajikan sumber umum serta jaringan komunikasi (forum) bagi administrator sekolah, para pendidik dan para peminat lainnya. Tujuan utama dari situs ini adalah sebagai wadah untuk saling berhubungan yang dapat menampung semua sektor utama pendidikan. Contoh dari situs ini adalah www.pendidikan.net

Disamping lingkungan pendidikan, misalnya pada kegiatan penelitian kita dapat memanfaatkan internet guna mencari bahan atau pun data yang dibutuhkan untuk kegiatan tersebut melalui mesin pencari pada internet. Situs tersebut sangat berguna pada saat kita membutuhkan artikel, jurnal ataupun referensi yang dibutuhkan. Situs tersebut contohnya seperti google.com atau searchindonesia.com atau sumpahpalapa.net

Inisiatif-inisiatif penggunaan IT dan Internet di luar institusi pendidikan formal tetapi masih berkaitan dengan lingkungan pendidikan di Indonesia sudah mulai bermunculan. Salah satu inisiatif yang sekarang sudah ada adalah situs penyelenggara "Komunitas Sekolah Indonesia". Situs yang menyelenggarakan kegiatan tersebut contohnya plasa.com dan smu-net.com

B. IT Sebagai Media Pembelajaran Multimedia

Kerjasama antar pakar dan juga dengan mahasiswa yang letaknya berjauhan secara fisik dapat dilakukan dengan lebih mudah. Dahulu, seseorang harus berkelana atau berjalan jauh menempuh ruang dan waktu untuk menemui seorang pakar untuk mendiskusikan sebuah masalah. Saat ini hal ini dapat dilakukan dari rumah dengan mengirimkan email. Makalah dan penelitian dapat dilakukan dengan saling tukar menukar data melalui Internet, via email, ataupun dengan menggunakan mekanisme file sharring dan mailing list. Bayangkan apabila seorang mahasiswa di Sulawesi dapat berdiskusi masalah teknologi komputer dengan seorang pakar di universitas terkemuka di pulau Jawa. Mahasiswa dimanapun di Indonesia dapat mengakses pakar atau dosen yang terbaik di Indonesia dan bahkan di dunia. Batasan geografis bukan menjadi masalah lagi.

Sharing information juga sangat dibutuhkan dalam bidang penelitian agar penelitian tidak berulang (reinvent the wheel). Hasil-hasil penelitian di perguruan tinggi dan lembaga penelitian dapat digunakan bersama-sama sehingga mempercepat proses pengembangan ilmu dan teknologi.

Virtual university merupakan sebuah aplikasi baru bagi Internet. Virtual university memiliki karakteristik yang scalable, yaitu dapat menyediakan pendidikan yang diakses oleh orang banyak. Jika pendidikan hanya dilakukan dalam kelas biasa, berapa jumlah orang yang dapat ikut serta dalam satu kelas? Jumlah peserta mungkin hanya dapat diisi 40 - 50 orang. Virtual university dapat diakses oleh siapa saja, darimana saja. Penyedia layanan Virtual University ini adalah www.ibuteledukasi.com . Mungkin sekarang ini Virtual University layanannya belum efektif karena teknologi yang masih minim. Namun diharapkan di masa depan Virtual University ini dapat menggunakan teknologi yang lebih handal semisal Video Streaming yang dimasa mendatang akan dihadirkan oleh ISP lokal, sehingga tercipta suatu sistem belajar mengajar yang efektif yang diimpi-impikan oleh setiap ahli IT di dunia Pendidikan. Virtual School juga diharapkan untuk hadir pada jangka waktu satu dasawarsa ke depan.

Bagi Indonesia, manfaat-manfaat yang disebutkan di atas sudah dapat menjadi alasan yang kuat untuk menjadikan Internet sebagai infrastruktur bidang pendidikan. Untuk merangkumkan manfaat Internet bagi bidang pendidikan di Indonesia:

. Akses ke perpustakaan;

. Akses ke pakar;

. Melaksanakan kegiatan kuliah secara online;

. Menyediakan layanan informasi akademik suatu institusi pendidikan;

. Menyediakan fasilitas mesin pencari data;

. Meyediakan fasilitas diskusi;

C. Kendala-Kendala Pengimplikasian di Indonesia

Jika memang IT dan Internet memiliki banyak manfaat, tentunya ingin kita gunakan secepatnya. Namun ada beberapa kendala di Indonesia yang menyebabkan IT dan Internet belum dapat digunakan seoptimal mungkin. Kesiapan pemerintah Indonesia masih patut dipertanyakan dalam hal ini.

Salah satu penyebab utama adalah kurangnya ketersediaan sumber daya manusia, proses transformasi teknologi, infrastruktur telekomunikasi dan perangkat hukumnya yang mengaturnya. apakah infrastruktur hukum yang melandasi operasional pendidikan di Indonesia cukup memadai untuk menampung perkembangan baru berupa penerapan IT untuk pendidikan ini. Sebab perlu diketahui bahwa Cyber Law belum diterapkan pada dunia Hukum di Indonesia.

Selain itu masih terdapat kekurangan pada hal pengadaan infrastruktur teknologi telekomunikasi, multimedia dan informasi yang merupakan prasyarat terselenggaranya IT untuk pendidikan sementara penetrasi komputer (PC) di Indonesia masih rendah. Biaya penggunaan jasa telekomunikasi juga masih mahal bahkan jaringan telepon masih belum tersedia di berbagai tempat di Indonesia.. Untuk itu perlu dipikirkan akses ke Internet tanpa melalui komputer pribadi di rumah. Sementara itu tempat akses Internet dapat diperlebar jangkauannya melalui fasilitas di kampus, sekolahan, dan bahkan melalui warung Internet.Hal ini tentunya dihadapkan kembali kepada pihak pemerintah maupun pihak swasta; walaupun pada akhirnya terpulang juga kepada pemerintah. Sebab pemerintahlah yang dapat menciptakan iklim kebijakan dan regulasi yang kondusif bagi investasi swasta di bidang pendidikan. Namun sementara pemerintah sendiri masih demikian pelit untuk mengalokasikan dana untuk kebutuhan pendidikan. Saat ini baru Institut-institut pendidikan unggulan yang memiliki fasilitas untuk mengakses jaringan IT yang memadai. Padahal masih banyak institut-institut pendidikan lainnya yang belum diperlengkapi dengan fasilitas IT.

Harapan kita bersama hal ini dapat diatasi sejalan dengan perkembangan telekomunikasi yang semakin canggih dan semakin murah.

Referensi :

Senin, 07 Februari 2011

KISAH TELADAN IBU DAN ANAK

Langkah dan Susunan Pembuatan PTK beserta Proposalnya ( Penelitian Tindakan Kelas ) Read more: Langkah dan Susunan Pembuatan PTK beserta Proposalnya ( Penelitian Tindakan Kelas )|

Pada tingkat yang paling sederhana, yaitu pada penelitian kelas: mencari tahu bagaimana siswa Anda belajar bahwa pada hari apa Anda mencoba untuk mengajar mereka dan memodifikasi kelas berikutnya yang sesuai dengan karakteristik belajar mereka. Sebagai langkah pertama, penelitian kelas membantu guru menjadi pengamat yang cerdik dalam situasi kelas yang sedang belajar.

Penelitian Tindakan Kelas lebih dari sekedar mengajar menggunakan teknik dan trik, meskipun ide standar akan lebih mengartikan " Efek dari Investigasi sistematis dari teknik pengajaran kita terhadap siswa akan bertujuan meningkatkan instuksi kita pada siswa tersebut". Hal tersebut terdiri dari dua aspek yang dapat kita lihat: repertoar teknik untuk mendapatkan informasi dari siswa tentang belajar mereka dan upaya untuk mengatur informasi yang menjadi gambaran yang lebih besar dari teori pembelajaran praktis.
PTK atau action research mulai berkembang sejak perang dunia ke dua, saat ini PTK sedang berkembang dengan pesatnya di negara-negara maju seperti Inggris, Amerika, Australia, dan Canada. Para ahli penelitian pendidikan akhir-akhir ini menaruh perhatian yang cukup besar terhadap PTK. Menurut Stephen Kemmis seperti dikutip D. Hopkins dalam bukunya yang berjudul A Teacher’s Guide to Classroom Research, menyatakan bahwa action research adalah: a from of self-reflektif inquiry undertaken by participants in a social (including education) situation in order to improve the rationality and of (a) their own social or educational practices justice (b) their understanding of these practices, and (c) the situastions in which practices are carried out.

Secara singkat PTK adalah suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan, untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan-tinakan mereka dalam melaksanakan tugas, memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan, serta memperbaiki dimana praktek-praktek pembelajaran dilaksanakan.

Untuk petunjuk lengkap dan bagian-bagian dari PTK itu sendiri dapat di lihat dan copy di bawah ini yang terdiri dari :
1. Pembuatan Proposal PTK
2. Pembuatan Laporan PTK
Jika anda memerlukan contoh PTK silahkan dopwnload disini :
download : Contoh PTK / Kumpulan Contoh PTK Sekolah Dasar/ Contoh- contoh PTK

PEMBUATAN PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)


PROF. DR. H. A. FATCHAN, MPd, MSi
WAYAN DASNA, PhD, M.Ed
Lembaga Penelitian
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

PENELITIAN TINDAKAN KELAS
(CLASSROM ACTION RESEARCH)

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
CATATAN KHUSUS:
PERTAMA: PENELITIAN TINDAKAN KELAS MERUPAKAN PENELITIAN YANG BERTUJUAN UTAMA UNTUK MEMECAHKAN MASALAH DI KELAS YANG BAPAK IBU GURU AJAR, BUKAN DIKELAS YANG DIAJAR OLEH ORANG LAIN.

KEDUA: PENELITIAN TINDAKAN KELAS BUKAN UNTUK MENGUJI TEORI, TETAPI SUATU PENELITIAN UNTUK MEMECAHKAN MASALAH PEMBELAJARN DI KELAS, JADI TIDAK MEMERLUKAN HIPOTESIS KERJA, TAPI HIPOTESIS TINDAKAN.

KETIGA: PENELITIAN TINDAKAN KELAS JUGA BUKAN PENELITIAN YANG MEMBANGUN TEORI (GROUNDED THEORY), TETAPI SUATU PENELITIAN UNTUK MEMECAHKAN MASALAH PEMBELAJARN DI KELAS
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

FORMAT PROPOSAL
PENELITIAN TINDAKAN KELAS


-Halaman Judul
-Halaman Pengesahan
(yang ditandatangani oleh Ketua Peneliti dan Kepala Sekolah)

A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
2. Rumusan Masalah
3. Kerangka Konseptual
4. Hipotesis Tindakan
5. Tujuan Penelitian
6. Signifikansi Penelitian

B. KAJIAN PUSTAKA

C. METODE/PROSEDUR PENELITIAN
1. Pemilihan Setting Penelitian
2. Rancangan Penelitian
3. Langkah-langkah Penelitian
4. Teknik Pengumpulan Data
5. Teknik Analisis Data

Daftar Pustaka

Lampiran-lampiran
- RPP
- Lembar Observasi
- Tes/asesmen


PENJELASAN KOMPONEN SISTEMATIKA PROPOSAL PTK

Bagaimana Menyusun Proposal PTK?
Sebelum melakukan PTK, guru diharapkan dapat menyusun proposal PTK yang digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan penelitian. Penyusunan proposal sangat diperlukan bila guru ingin memperoleh bantuan dana untuk melaksanakan penelitian kepada penyandang dana. Kualitas proposal akan menentukan apakah proposal tersebut didanai atau tidak.
Setelah proposal penelitian disetujui untuk didanai, peneliti membuat desain operasional (DO) yang telah mendeskripsikan rencana penelitian lebih operasional. DO sudah harus dilengkapi dengan perangkat pembelajaran yang akan digunakan seperti RPP, alat evaluasi, lembar kerja, bahan ajar, dan hal lain yang diperlukan untuk menerapkan tindakan. Bila penelitian telah memperoleh data, DO dapat dilengkapi dengan hasil penelitian dan pembahasan, serta bagian Penutup sehingga menjadi laporan penelitian. Bila guru melaksanakan PTK swadana dapat langsung membuat DO tanpa harus membuat proposal terlebih fdahulu. Berikut disajikan unsur-unsur minimal yang harus ada pada proposal PTK.

Sistematika Usulan Penelitian Tindakan Kelas (Proposal PTK)

1. JUDUL PENELITIAN
1) Mencerminkan permasalahan pokok yang akan dipecahkan, sedapat mungkin mengandung unsur variabel utama yang diteliti.
2) Judul harus deklaratif, singkat, spesifik, jelas (8-15 kata) dan memberi gambaran mengenai penelitian yang diusulkan.
3) Pada judul harus tampak masalah yang akan diteliti dan tindakan (metode pembelajaran) yang diterapkan untuk memecahkan masalah.

-Contohnya:
1) Penggunaan metode Pembelajaran Peta Konsep untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas 9 di SMP Negeri 8 Malang pada materi IPA-Biologi”.
2) Penggunaan metode Pengamatan Lapangan untuk Meningkatkan aktivitas dan kreativitas anak kelas 11 SMAN ............
3) Penggunaan Media Foto Berwarna untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa SDN ....................... pata materi Sumber Daya Alam
4) Penerapan Metode Tim Game Tournament untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Aktivitas Siswa pada Mata Pelajaran PKn SMAN......


2. PENDAHULUAN/ LATAR BELAKANG MASALAH
1) Berisi latar belakang dan identifikasi permasalahan, yang pada pokoknya menguraikan konteks permasalahan, uraikan dan jelaskan berbagai masalah yang dijumpai di kelas yang akan dipakai sebagai subjek PTK (sebaiknya lebih dari 3 masalah yang disajikan di sini)
2) Semua masalah yang disajikan dalam latar belakang masalah sebaiknya diyakinkan dengan angka-angka (misalnya: 19 dari 40 siswa kelas 8 SMP..........., nilai ulangan pada materi Pasar pada matapelajaran IPS Ekonomi dibawah 50), jika perlu diyakinkan dengan menampilkan tabel-tabel persentase.
3) Akan lebih baik kalau di sini juga dijelaskan beberapa temuan hasil penelitian sebelumnya/ terdahulu, secara singkat yang terkait dengan penelitian yang akan saudara teliti.
4) Dari berbagai masalah yang telah diuraikan di atas, pilihlah salah satu atau dua masalah yang dianggap penting untuk dipecahkan/ diberikan solusinya
5) Pentingnya masalah itu diteliti dan manfaat yang diharapkan dari temuan penelitian jika pelaksanaannya telah selesai.


3. RUMUSAN MASALAH
1) Perumusan masalah berupa kalimat-kalimat naratif, baik berupa pertanyaan maupun pernyataan problematis.
2) Rumusan masalah harus menampakkan masalah yang akan diteliti dan tindakan (metode pembelajaran) yang diterapkan untuk memecahkan masalah.
3) Rumusan masalah harus sejalan dengan judul penelitian.
4) Pada dasarnya judul penelitian yang diangkat berasal dari rumusan masalah yang ada disini.
5) Jumlah masalah yang diteliti boleh sebanyak: 1 atau 2 rumusan masalah, atau lebih. Tetapi jangan memecahkan banyak masalah dalam sekali PTK. Karena masalah-masalah tersebut dapat digunakan untuk PTK selanjutnya.
6) Biasanya dikemukakan beberapa butir permasalahan yang secara eksplisit menggambarkan tahap-tahap diagnosis masalah, terapi yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah dan gambaran keberhasilan atau keefektifan tindakan yang diambil.

-Contohnya:
1) Apakah penggunaan metode Pembelajaran Peta Konsep dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas 9 di SMP Negeri 8 Malang pada materi IPA-Biologi?
2) Bagaimana implementasi metode Pengamatan Lapangan untuk Meningkatkan aktivitas dan kreativitas anak kelas 11 SMAN ............?
3) Apakah penggunaan Media Foto Berwarna dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa SDN ....................... pata materi Sumber Daya Alam?
4) Apakah Penerapan Metode Tim Game Tournament untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Aktivitas Siswa pada Mata Pelajaran PKn SMAN......?

4. TUJUAN PENELITIAN
1) Tujuan penelitian dirumuskan dalam bentuk bukan kalimat tanya.
2) Berisi sasaran hasil yang ingin dicapai dalam penelitian ini sesuai dengan fokus permasalahan yang telah dirumuskan
3) Rumusan tujuan harus sejalan dengan rumusan masalah dan judul penelitian.

-Contohnya:
1) Penerapan metode Pembelajaran Peta Konsep untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas 9 di SMP Negeri 8 Malang pada materi IPA-Biologi.
2) Implementasi metode Pengamatan Lapangan untuk Meningkatkan aktivitas dan kreativitas anak kelas 11 SMAN ............
3) Penggunaan Media Foto Berwarna untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa SDN ....................... pata materi Sumber Daya Alam
4) Penerapan Metode Tim Game Tournament untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Aktivitas Siswa pada Mata Pelajaran PKn SMAN......

5. DEFINISI OPERASIONAL
1) Berisi penegasan beberapa istilah penting (variabel-variabel) yang digunakan dalam judul dan atau dalam rumusan masalah.
2) Beberapa istilah itu diuraikan dan dijelaskan sejalan dengan pengertian yang diinginkan, yang sesungguhnya, atau yang ada dilapangan seperti yang dimau dalam penelitian ini.
3) Dalam definisi operasional bukan uraian tentang konsep dari pendapat orang lain, tetapi uraian tentang istilah sesungguhnya yang ada di lapangan/sekolah yang akan diteliti.

6. MANFAAT PENELITIAN
1) Pada bagian ini peneliti memberikan gambaran yang jelas dan realistik mengenai kegunaan atau manfaat hasil penelitian.
2) Manfaat yang diuraikan dapat dikaitkan dengan peneliti, guru dan atau siswa, pengambil keputusan atau kebijakan, dan sebagainya.


7. KAJIAN PUSTAKA ATAU KERANGKA KONSEPTUAL
Pertama:
1) Berisi sejumlah teori yang relevan yang dijadikan sebagai kerangka acuan dalam kegiatan penelitian atau pemandu kegiatan penelitian.
2) Kerangka acuan ini analog dengan kerangka teori dalam penelitian kuantitatif.
3) Menguraikan secara perspektif tentang Konsep variabel-variabel yang diteiliti yang telah ditulis dalam rumusan masalah. Misal: Konsep Hasil Belajar; Konsep Media Pembelajaran Foto Berwarna, dsb
4) Terkait dengan butir 3) sebaiknya peneliti mengutip minimal tiga pendapat dari para ahli pada setiap konsep itu. Selanjutnya, peneliti membuat statement sendiri, dimana statement peneliti itu berdasarkan atas kajian dari beberapa ahli tersebut. Jadi peneliti tidak hanya sekedar “menjejer” atau “copy paste” tulisan orang lain.



Kedua:
1) Berisi sejumlah paparan hasil penelitian terdahulu yang sejenis, baik hasil penelitiannya sendiri atau hasil penelitian orang lain.
2) Setidaknya membaca sebanyak 3 (tiga) judul hasil penelitian terdahulu yang seharusnya dirujuk oleh peneliti.
3) Menguraikan secara perspektif tentang hasil-hasil penelitian terdahulu tersebut. Uraikan tentang: apa judulnya, dimana dilakukan, kapan, siapa subjek penelitiannya, dan apa hasil penelitiannya. Semuanya dijelaskan dalam kajian pustaka ini.
4) Selanjutnya, peneliti membuat statement sendiri, dimana statement peneliti itu berdasarkan atas kajian dari beberapa hasil penelitian tersebut. Apa yang diduga berbeda dan apa kesamaannya dengan penelitian terdahulu tersebut, uraiakan di kajian pustaka ini. Jadi peneliti tidak hanya sekedar “menjejer” atau “copy paste” hasil penelitian orang lain tersebut.

8. HOPOTESIS TINDAKAN (JIKA DIPERLUKAN)
1) Kalimat hipotesis tindakan harus sejalan dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian
2) Hipotesis tindakan dalam penelitian tindakan kelas, tidak wajib/ tidak harus ada.
3) Peneliti boleh mencantumkan hipotesis tindakan atau tidak mencantumkannya dalam suatu proposal penelitian.
4) Hipotesis tindakan tidak dimaksudkan untuk menguji ada tidaknya perbedaan atau hubungan sebagaimana hipotesis dalam penelitian kuantitatif.
5) Hipotesis tindakan memuat usulan tindakan untuk menghasilkan perbaikan yang diinginkan.

9. METODE PENELITIAN
Metode atau prosedur penelitian menguraikan secara rinci:
1) Setting, daerah, atau lokasi penelitian (misalnya: penelitian dilakukan di SMAN 50 Malang),
2) Subyek yang terlibat sebagai peneliti, kolaborator, atau partisipan (misalnya: penelitian dilakukan pada materi Pasar siswa kelas 11 SMAN 50 Malang),
3) Instrumen atau alat-alat dan teknik pemantauan atau monitoring dalam proses pengumpulan data (misalnya cheklist pengamatan dan soal untuk tes hasil belajar),
4) Teknik Pengumpulan Data: pengumpulan data bisa dilakukan dengan observasi, tes, dan dokumentasi. Observasi ketika peneliti melakukan aksi/pelaksanaan PTK, tes ketika penelitian memberikan soal untuk tes akhir tindakan/pelajaran, dan dokumentasi ketika peneliti mencari data pendukung di kantor Sekolah, Diknas, atau di TU sekolah, dsb.
5) Analisis data: analisis data dalam PTK sebaiknya cukup berupa tabel persentase dan perbandingan peningkatan antartabel (gain-score) hasil siklus pertama dengan siklus kedua, siklus 2 dengan 3, dan seterusnya.
6) Langkah-langkah yang ditempuh melalui tahap-tahap atau siklus penelitian tindakan, dengan penjelasan sebagai berikut.

SIKLUS, TAHAPAN, DAN PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS

START IDENTIFIKASI PERMASALAHAN
PENYEBAB MASALAH DAN
ALTERNATIF PEMECAHANNYA


PERENCANAAN ACTION (OBSERVASI


PERBAIKAN UNTUK
PERENCANAAN BARU


REFLEKSI



PENJELASAN MASING-MASING KOMPONEN SIKLUS

Masing-masing siklus dalam penelitian tindakan kelas saling mempunyai keterkaitan, sehingga siklus tersebut merupakan kesatuan yang utuh menyeluruh. Beberapa ahli berpendapat hasil yang afdol pada pelaksanaan PTK minimal sebanyak tiga kali putaran siklus. Karena ketika pada putaran siklus yang ketiga pada umumnya semua problem telah dapat dipecahkan.
Membuat rencana penelitian sebagai peneliti guru terlebih dahulu melakukan identifikasi masalah yang selama ini terjadi dan dialami ketika mereka mengajar di berbagai kelas yang ada. Semua permasalahan yang dialami dan atau pernah dialami dicatat atau ditulis. Selanjutnya, dipilih satu atau dua permasalahan yang paling urgen, kemudian diberikan beberapa alternatif pemecahannya melalui metode pembelajaran yang menurut bapak-ibu guru tepat. Metode yang digunakan itu seharusnya yang bapak-ibu kuasai. Pemecahan masalah tersebut selanjutnya dituangkan dalan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Semua itu dituangkan dalam tulisan yang dinamai proposal penelitian. Berdasarkan proposal penelitian dan rancangan pembelajaran yang ada di RPP bapak-ibu melaksanakan action dan dilakukan pengamatan (observasi) oleh ibu-bapak sendiri dan atau dengan sejawat guru lainnya. Berdasarkan pelaksanaan tersebut dilakukan refleksi (perenungan) bisa dilakukan sendiri dan atau lebih baik dilakukan bersama sejawat guru yang membantu pengamatan. Selanjutnya, berdasarkan hasil refleksi dilakukan perencanaan lagi untuk pelaksnaan siklus berikutnya.

1. MELAKUKAN IDENTIFIKASI PERMASALAHAN (RIIL), PENYEBAB MASALAH, DAN ALTERNATIF PEMECAHANNYA
Dalam melakukan perencanaan dan membuat rencana penelitian (biasanya disebut proposal penelitian) seorang guru (sebagai peneliti) terlebih dahulu melakukan identifikasi masalah yang selama ini terjadi dan dialami oleh guru ketika mereka mengajar di kelas (di macam-macam kelas, IPS, IPA, dan atau Bahasa, di kelas satu, kelas dua, dan atau kelas tiga). Semua permasalahan nyata yang dialami dan atau pernah dialami oleh para guru itu dicatat atau ditulis. Selanjutnya, dipilih satu atau dua permasalahan yang paling urgen (paling penting dan mendesak).

2. MELAKUKAN PERENCANAAN
Membuat rencana penelitian (biasanya disebut proposal penelitian) seorang guru sebagai peneliti terlebih dahulu melakukan identifikasi masalah yang selama ini terjadi dan dialami oleh guru ketika mereka mengajar di kelas (di macam-macam kelas, IPS, IPA, dan atau Bahasa, di kelas satu, kelas dua, dan atau kelas tiga). Semua permasalahan nyata yang dialami dan atau pernah dialami oleh para guru itu dicatat atau ditulis. Selanjutnya, dipilih satu atau dua permasalahan yang paling urgen (paling penting dan mendesak). Kemudian, dicanangkan dan diberikan beberapa alternatif pemecahannya melalui pendekatan atau metode pembelajaran. Metode pembelajaran apa yang menurut bapak-ibu guru yang tepat untuk memecahkan permasalahan yang mendesak itu. Metode yang digunakan itu seharusnya yang bapak-ibu kuasai. Pemecahan masalah tersebut selanjutnya bapak-ibu tuangkan dalan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Semua yang diuraikan di atas dituangkan dalam tulisan yang dinamai proposal penelitian.
Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika kita akan melakukan perencanaan penelitian tindakan kelas, terutama mengidentifikasi dan mementukan masalah penelitian, sebagai berikut.
1) Permasalahan yang diidentifikasi harus merupakan masalah riil guru. Untuk itu perlu disertai data empirik, yaitu data yang berupa angka-angka, persentase, jumlah, dan sejenisnya. Bukan hanya data kualitatif seperti sebagiab besar, sebagian kecil, kebanyakan, dan sejenisnya;
2) Bersifat prblematik (dapat dipemecahkan & mendesak);
3) Masalah yg dipecahkan bermanfaat jelas;
4) Feasible & researchable;
5) Perumusan masalah berbentuk kesenjangan atau kalimat tanya;
6) Mengidentifikasi penyebab masalah;
7) Berbagai alternatif pemecahannya (brainstorming dengan guru lain/kolaboratif); dan
8) Siap di-action-kan.

3. MELAKSANAKAN TINDAKAN/ ACTION DAN (DAN OBSERVASI)
Berdasarkan proposal penelitian dan rancangan pembelajaran yang ada di RPP itulah bapak-ibu melaksanakan penelitian tindakan kelas (action). Selama melaksanakan penelitian tindakan kelas (action) dilakukan pengamatan (observasi) oleh ibu-bapak sendiri. Untuk melakukan pengamatan itu sebaiknya bapak-ibu dibantu oleh teman sejawat guru lainnya. Sehingga pengamatan dapat dilakukan secara objektif.
Dalam pelaksanaan aksi atau pelaksanaan tindakan (action di kelas) perlu disiapkan hal-hal berikut.
1) Bagaimana organisasi kelas
2) siapa yang melakukan observasi dan yang mencatat atau yang mengambil data di lapangan (di dalam kelas) selama action.
3) Siapa yang mengamati dan bagaimana bentuk alat (instrumen) untuk observasi
4) Dalam hal pelaksanaan PTK siswa harus dilibatkan

4. REFLEKSI
1. Kegiatan mengulas secara kritis tentang perubahan yang terjadi pada: siswa, guru, suasana kelas, dan seterusnya terjadi pada: siswa, guru, suasana kelas, dan seterusnya;
2. Dengan menggunakan pertanyaan: how, why, & what extent;
3. Mencatat kekurangan/kelemahan yang ada; dan
4. Berbagai hal tersebut sebagai bahan untuk perbaikan rencana baru.
Berdasarkan pelaksanaan (action) dan hasil pengamatan bapak-ibu guru melakukan refleksi (perenungan) bisa dilakukan sendiri dan atau lebih baik dilakukan bersama sejawat guru yang membantu pengamatan. Berdasarkan hasil refleksi inilah bapak-ibu guru melakukan perencanaan lagi untuk siklus berikutnya. Hal ini dilakukan bila dalam pelaksanaan siklus pertama itu hasilnya masih belum maksimal. Perencanaan berikutnya tentu dilakukan perubahan-perubahan atau pengembangan-pengembangan perencanaan termasuk perubahan atau pengembangan RPP. Yang perlu diperhatikan dan dilakukan pada waktu melakukan refleksi adalah hal-hal sebagai berikut.
1) Kegiatan mengulas secacar kritis tentang perubahan ygan terjadi pada baik pada siswa, guru, suasana kelas, dan sejenisnya.
2) Merefleksi dengan menggunakan pertanyaan: how, why, & what extent.
3) Mencatat kekurangan/kelamahan yang ada selama perencanaan, khususnya selama pelaksanaan tindakan (action)
4) Berbagai hal tersebut sebagai bahan untuk perbaikan rencana baru pada siklus berikutnya. Jika pelaksaan pada saat itu masih belum maksimal.

PERBAIKAN RENCANA (BARU)
Upaya perbaikan untuk perencanaan “baru” (untuk kegiatan siklus berikutnya), dilakukan atas dasar hasil catatan tindakan (action) dan refleksi. Perencanaan baru ini tentu dilakukan perubahan-perubahan atau pengembangan-pengembangan perencanaan metode pembelajarannya. Dan tentunya termasuk perubahan atau pengembangan RPP yang akan dilakukan pada siklus atau putaran berikutnya.

AKHIR TINDAKAN
1) Biasanya setelah 3 kali putaran PTK sudah dianggap/bias diakhiri dan dilaporkan hasilnya
2) Aspek yang dilaporkan: (1) setting kondisi lokasi; (2) hasil pelaksanaan tiap siklus, hasil pengamatan (kemajuan yang dicapai), hasil refleksi (berbagai perbaikan yang dilakukan); pembahasan hasil terhadap keseluruhan siklus (missal, memaparkan table hasil antar siklus dan seterusnya)
3) Berbagai perubahan yang perlu dicatat:
Siswa:
-Hasil belajar (harian, tengah semester, semester)
-Motivasi terhadap proses belajar mengajar
-Aktivitasnya
-Catatan portofolio
-Perubahan sikap dan lain sebagainya
Guru:
-Peningkatan pengetahuan
-Pengelolaan kelas
-Kepercayaan diri
-Peningkatan keterampilan mengajar
-Kecekatan
-Kemampuan proses belajar mengajar dan lain sebagainya


10. DAFTAR PUSTAKA
1) Yang ditulis dalam Daftar Pustaka harus dirujuk/terkutip di dalam naskah proposal, dan sebaliknya nama yang dikutip dalam naskah proposal harus ditulis dalam Daftar Pustaka.
2) Urutan penulisan Daftar Pustaka yang gunakan urutannya: nama penulis buku, tahun terbit, judul buku (ditulis/dicetak miring), kota tempat terbit, dan nama penerbit
3) Disusun dengan urutan secara abjad nama pengarang,

11. JADWAL PELAKSANAAN PENELITIAN
1) Berisi jadwal atau matrik kegiatan penelitian yang meliputi kegiatan persiapan, pelaksanaan dilapangan dan penyusunan laporan.
2) Jadwal pelaksanaan mengacu pada Metode Penelitian.
3) Jadwal penelitian dibuat sejak pembuatan proposal sampai dengan pembuatan laporan penelitian (selama 6 sampai 10 bulan)
4) Dengan demikian, yang realistik seorang guru atau sekelompok guru hanya mampu melakukan PTK satu atau dua kali dalam satu tahun.

12. PERSONALIA
Semua tim peneliti yang melaksanakan penelitian di lapangan harus tercantum semua, kecuali kalau guru melaksanakan PTK sendiri.

13. RENCANA BIAYA PENELITIAN
Berisi rincian biaya penelitian yang mengacu pada kegiatan penelitian yang diuraikan dalam Metode Penelitian. Rekapitulasi biaya penelitian antara lain: untuk transport, uang lelah/honorarium, bahan habis, penyusunan instrumen, sewa peralatan dan sebagainya. Bila penelitian tersebut swadana, bagian ini tidak perlu dilengkapi.

14. LAMPIRAN-LAMPIRAN
1) RPP
2) Instrumen penelitian
3) CV para peneliti, dll

PEMBUATAN LAPORAN
PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)



OLEH
PROF. DR. H. A. FATCHAN, MPd, MSi
I WAYAN DASNA, PhD, MS.Ed
Lembaga Penelitian
UNIVERSITAS NEGERI MALANG















MEMBUAT LAPORAN HASIL
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
(CLASSROM ACTION RESEARCH)

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
CATATAN KHUSUS:
PERTAMA: DALAM LAPORAN PENELITIAN PTK, PENELITI TINGGAL MENYALIN PROPOSAL PTK MENJADI = BAB I: PENDAHULUAN; BAB II: KAJIAN PUSTAKA; DAN BAB III: METODE PENELITIAN; YANG DITAMBAHI DENGAN BAB IV: HASIL DAN PEMBAHAHASAN dan; BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN

KEDUA: PENELITI HARUS MEMBUAT ABSTRAK HASIL PENELITIAN YANG DITULIS PADA LEMBAR DEPAN SETELAH COVER LAPORAN HASIL PENELITIAN
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


FORMAT LAPORAN
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
Cover/Halaman Judul Halaman Pengesahan (yang ditandatangani oleh Ketua Peneliti dan Kepala Sekolah) Kata Pengantar Abstrak Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Gambar

BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
2. Rumusan Masalah
3. Tujuan Penelitian
4. Kerangka Konseptual/ Definisi Operasional
5. Hipotesis Tindakan
BAB II KAJIAN PUSTAKA
1. BERBAGAI KONSEP TENTANG VARIABEL YANG DITELITI (dapat dilihat di rumusan masalah dan/atau judul)
2. BEBERAPA TEMUAN PENELITIAN TERDAHULU
BAB III METODE/PROSEDUR PENELITIAN
1. Pemilihan Setting Penelitian
2. Rancangan Penelitian
3. Langkah-langkah Penelitian
4. Teknik Pengumpulan Data
5. Teknik Analisis Data

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1. Setting daerah penelitian
2. Sajian data penelitian
1) siklus I,
2) siklus II, dst)
3. Analisis Data
4. Temuan Penelitian atau Pengujian Hipotesis Tindakan
5. Pembahasan Implementasi Tindakan
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
1. Kesimpulan
2. Saran
DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN
- RPP
- Lembar Observasi
- Tes/asesmen
- Data (mentah)/ Foto Kegiatan Pelaksanaan PTK


PENJELASAN KOMPONEN DALAM SISTEMATIKA LAPORAN PTK

Cover/Halaman Judul
Isinya: Tulis judul, nama para peneliti (kalau tim semua disebutkan baik ketua maupun anggota), lambang sekolah/lambang tutwuri handayai, nama sekolah dan Depdiknas Kab/kota dimana penelitian itu dilakukan. (semua tulisan diformat tengah/center)

Halaman Pengesahan
Isinya: Tulis judul, nama para peneliti (kalau tim semua disebutkan baik ketua maupun anggota), tempat penelitian, waktu penelitian berapa bulan, dana penelitian berapa besarnya, tandatangan oleh Ketua Peneliti sebelah kanan dan mengetahui serta ditandatangani Kepala Sekolah disebelah kiri dan/Diknas yang disertai stempel)

Kata Pengantar
Isinya: Ucapan terimakasih dari berbagai fihak, judul penelitian yang telah diselesaikan, singkatan hasil penelitian ini, dan mohon koreksi perbaikan dari para pihak.

Abstrak
Khusus abstrak ditulis satu spasi. Isinya: Tulis judul, nama para peneliti (kalau tim, semua disebutkan baik ketua maupun anggota), singkatan latarbelakang masalah (satu paragraf), metode penelitian, tujuan/rumusan masalah penelitian, subjek penelitian, cara pengumpulan data, dan teknik analisis data. Selanjutnya, ringkasan/simpulan hasil penelitian serta beberapa sarannya. Kemudian dibawahnya ditulis kata-kata kunci yang terkait dengan judul penelitiannya.

Daftar Isi
Isinya: Tulis nama semua bab dan sub-bab yang ada di dalam naskah laporan hasil penelitian saudara dan beri nomor halamanya

Daftar Tabel
Isinya: Tulis nama semua Tabel yang ada di dalam naskah laporan hasil penelitian saudara dan beri nomor halamannya

Daftar Gambar
Isinya: Tulis nama semua Gambar yang ada di dalam naskah laporan hasil penelitian saudara dan beri nomor halamannya

BAB I PENDAHULUAN (sama dengan proposal penelitian)
1. LATAR BELAKANG MASALAH
1) Berisi latar belakang dan identifikasi permasalahan, yang pada pokoknya menguraikan konteks permasalahan, uraikan dan jelaskan berbagai masalah yang dijumpai di kelas yang akan dipakai sebagai subjek PTK (sebaiknya lebih dari 3 masalah yang disajikan di sini)
2) Semua masalah yang disajikan dalam latar belakang masalah sebaiknya diyakinkan dengan angka-angka (misalnya: 19 dari 40 siswa kelas 8 SMP..........., nilai ulangan pada materi Pasar pada matapelajaran IPS Ekonomi dibawah 50), jika perlu diyakinkan dengan menampilkan tabel-tabel persentase.
3) Akan lebih baik kalau di sini juga dijelaskan beberapa temuan hasil penelitian sebelumnya/ terdahulu, secara singkat yang terkait dengan penelitian yang akan saudara teliti.
4) Dari berbagai masalah yang telah diuraikan di atas, pilihlah salah satu atau dua masalah yang dianggap penting untuk dipecahkan/ diberikan solusinya
5) Pentingnya masalah itu diteliti dan manfaat yang diharapkan dari temuan penelitian jika pelaksanaannya telah selesai.

2. RUMUSAN MASALAH
1) Perumusan masalah berupa kalimat-kalimat naratif, baik berupa pertanyaan maupun pernyataan problematis.
2) Rumusan masalah harus menampakkan masalah yang akan diteliti dan tindakan (metode pembelajaran) yang diterapkan untuk memecahkan masalah.
3) Rumusan masalah harus sejalan dengan judul penelitian.
4) Pada dasarnya judul penelitian yang diangkat berasal dari rumusan masalah yang ada disini.
5) Jumlah masalah yang diteliti boleh sebanyak: 1 atau 2 rumusan masalah, atau lebih. Tetapi jangan memecahkan banyak masalah dalam sekali PTK. Karena masalah-masalah tersebut dapat digunakan untuk PTK selanjutnya.
6) Biasanya dikemukakan beberapa butir permasalahan yang secara eksplisit menggambarkan tahap-tahap diagnosis masalah, terapi yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah dan gambaran keberhasilan atau keefektifan tindakan yang diambil.

3. TUJUAN PENELITIAN
1) Tujuan penelitian dirumuskan dalam bentuk bukan kalimat tanya.
2) Berisi sasaran hasil yang ingin dicapai dalam penelitian ini sesuai dengan fokus permasalahan yang telah dirumuskan
3) Rumusan tujuan harus sejalan dengan rumusan masalah dan judul penelitian.

4. HOPOTESIS TINDAKAN (JIKA DIPERLUKAN)
1) Kalimat hipotesis tindakan harus sejalan dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian
2) Hipotesis tindakan dalam penelitian tindakan kelas, tidak wajib/ tidak harus ada.
3) Peneliti boleh mencantumkan hipotesis tindakan atau tidak mencantumkannya dalam suatu proposal penelitian.
4) Hipotesis tindakan tidak dimaksudkan untuk menguji ada tidaknya perbedaan atau hubungan sebagaimana hipotesis dalam penelitian kuantitatif.
5) Hipotesis tindakan memuat usulan tindakan untuk menghasilkan perbaikan yang diinginkan.

5. DEFINISI OPERASIONAL
1) Berisi penegasan beberapa istilah penting (variabel-variabel) yang digunakan dalam judul dan atau dalam rumusan masalah.
2) Beberapa istilah itu diuraikan dan dijelaskan sejalan dengan pengertian yang diinginkan, yang sesungguhnya, atau yang ada dilapangan seperti yang dimau dalam penelitian ini.
3) Dalam definisi operasional bukan uraian tentang konsep dari pendapat orang lain, tetapi uraian tentang istilah sesungguhnya yang ada di lapangan/sekolah yang akan diteliti.

6. MANFAAT PENELITIAN
1) Pada bagian ini peneliti memberikan gambaran yang jelas dan realistik mengenai kegunaan atau manfaat hasil penelitian.
2) Manfaat yang diuraikan dapat dikaitkan dengan peneliti, guru dan atau siswa, pengambil keputusan atau kebijakan, dan sebagainya.


BAB II KAJIAN PUSTAKA (sama dengan proposal penelitian)
Pertama:
1) Berisi sejumlah teori yang relevan yang dijadikan sebagai kerangka acuan dalam kegiatan penelitian atau pemandu kegiatan penelitian.
2) Kerangka acuan ini analog dengan kerangka teori dalam penelitian kuantitatif.
3) Menguraikan secara perspektif tentang Konsep variabel-variabel yang diteiliti yang telah ditulis dalam rumusan masalah. Misal: Konsep Hasil Belajar; Konsep Media Pembelajaran Foto Berwarna, dsb
4) Terkait dengan butir 3) sebaiknya peneliti mengutip minimal tiga pendapat dari para ahli pada setiap konsep itu. Selanjutnya, peneliti membuat statement sendiri, dimana statement peneliti itu berdasarkan atas kajian dari beberapa ahli tersebut. Jadi peneliti tidak hanya sekedar “menjejer” atau “copy paste” tulisan orang lain.

Kedua:
1) Berisi sejumlah paparan hasil penelitian terdahulu yang sejenis, baik hasil penelitiannya sendiri atau hasil penelitian orang lain.
2) Setidaknya membaca sebanyak 3 (tiga) judul hasil penelitian terdahulu yang seharusnya dirujuk oleh peneliti.
3) Menguraikan secara perspektif tentang hasil-hasil penelitian terdahulu tersebut. Uraikan tentang: apa judulnya, dimana dilakukan, kapan, siapa subjek penelitiannya, dan apa hasil penelitiannya. Semuanya dijelaskan dalam kajian pustaka ini.
4) Selanjutnya, peneliti membuat statement sendiri, dimana statement peneliti itu berdasarkan atas kajian dari beberapa hasil penelitian tersebut. Apa yang diduga berbeda dan apa kesamaannya dengan penelitian terdahulu tersebut, uraiakan di kajian pustaka ini. Jadi peneliti tidak hanya sekedar “menjejer” atau “copy paste” hasil penelitian orang lain tersebut.


BAB III METODE PENELITIAN (sama dengan proposal penelitian)
Metode atau prosedur penelitian menguraikan secara rinci:
1) Setting, daerah, atau lokasi penelitian (misalnya: penelitian dilakukan di SMAN 50 Malang),
2) Subyek yang terlibat sebagai peneliti, kolaborator, atau partisipan (misalnya: penelitian dilakukan pada materi Pasar siswa kelas 11 SMAN 50 Malang),
3) Instrumen atau alat-alat dan teknik pemantauan atau monitoring dalam proses pengumpulan data (misalnya cheklist pengamatan dan soal untuk tes hasil belajar),
4) Teknik Pengumpulan Data: pengumpulan data bisa dilakukan dengan observasi, tes, dan dokumentasi. Observasi ketika peneliti melakukan aksi/pelaksanaan PTK, tes ketika penelitian memberikan soal untuk tes akhir tindakan/pelajaran, dan dokumentasi ketika peneliti mencari data pendukung di kantor Sekolah, Diknas, atau di TU sekolah, dsb.
5) Analisis data: analisis data dalam PTK sebaiknya cukup berupa tabel persentase dan perbandingan peningkatan antartabel (gain-score) hasil siklus pertama dengan siklus kedua, siklus 2 dengan 3, dan seterusnya.
6) Langkah-langkah yang ditempuh melalui tahap-tahap atau siklus penelitian tindakan, dengan penjelasan sebagai berikut.

SIKLUS, TAHAPAN, DAN PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS


START IDENTIFIKASI PERMASALAHAN
PENYEBAB MASALAH DAN
ALTERNATIF PEMECAHANNYA


PERENCANAAN ACTION (OBSERVASI


PERBAIKAN UNTUK
PERENCANAAN BARU


REFLEKSI



PENJELASAN MASING-MASING KOMPONEN SIKLUS
Masing-masing siklus dalam penelitian tindakan kelas saling mempunyai keterkaitan, sehingga siklus tersebut merupakan kesatuan yang utuh menyeluruh. Beberapa ahli berpendapat hasil yang afdol pada pelaksanaan PTK minimal sebanyak tiga kali putaran siklus. Karena ketika pada putaran siklus yang ketiga pada umumnya semua problem telah dapat dipecahkan.
Membuat rencana penelitian sebagai peneliti guru terlebih dahulu melakukan identifikasi masalah yang selama ini terjadi dan dialami ketika mereka mengajar di berbagai kelas yang ada. Semua permasalahan yang dialami dan atau pernah dialami dicatat atau ditulis. Selanjutnya, dipilih satu atau dua permasalahan yang paling urgen, kemudian diberikan beberapa alternatif pemecahannya melalui metode pembelajaran yang menurut bapak-ibu guru tepat. Metode yang digunakan itu seharusnya yang bapak-ibu kuasai. Pemecahan masalah tersebut selanjutnya dituangkan dalan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Semua itu dituangkan dalam tulisan yang dinamai proposal penelitian. Berdasarkan proposal penelitian dan rancangan pembelajaran yang ada di RPP bapak-ibu melaksanakan action dan dilakukan pengamatan (observasi) oleh ibu-bapak sendiri dan atau dengan sejawat guru lainnya. Berdasarkan pelaksanaan tersebut dilakukan refleksi (perenungan) bisa dilakukan sendiri dan atau lebih baik dilakukan bersama sejawat guru yang membantu pengamatan. Selanjutnya, berdasarkan hasil refleksi dilakukan perencanaan lagi untuk pelaksnaan siklus berikutnya.

1. MELAKUKAN IDENTIFIKASI PERMASALAHAN (RIIL), PENYEBAB MASALAH, DAN ALTERNATIF PEMECAHANNYA
Dalam melakukan perencanaan dan membuat rencana penelitian (biasanya disebut proposal penelitian) seorang guru (sebagai peneliti) terlebih dahulu melakukan identifikasi masalah yang selama ini terjadi dan dialami oleh guru ketika mereka mengajar di kelas (di macam-macam kelas, IPS, IPA, dan atau Bahasa, di kelas satu, kelas dua, dan atau kelas tiga). Semua permasalahan nyata yang dialami dan atau pernah dialami oleh para guru itu dicatat atau ditulis. Selanjutnya, dipilih satu atau dua permasalahan yang paling urgen (paling penting dan mendesak).

2. MELAKUKAN PERENCANAAN
Membuat rencana penelitian (biasanya disebut proposal penelitian) seorang guru sebagai peneliti terlebih dahulu melakukan identifikasi masalah yang selama ini terjadi dan dialami oleh guru ketika mereka mengajar di kelas (di macam-macam kelas, IPS, IPA, dan atau Bahasa, di kelas satu, kelas dua, dan atau kelas tiga). Semua permasalahan nyata yang dialami dan atau pernah dialami oleh para guru itu dicatat atau ditulis. Selanjutnya, dipilih satu atau dua permasalahan yang paling urgen (paling penting dan mendesak). Kemudian, dicanangkan dan diberikan beberapa alternatif pemecahannya melalui pendekatan atau metode pembelajaran. Metode pembelajaran apa yang menurut bapak-ibu guru yang tepat untuk memecahkan permasalahan yang mendesak itu. Metode yang digunakan itu seharusnya yang bapak-ibu kuasai. Pemecahan masalah tersebut selanjutnya bapak-ibu tuangkan dalan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Semua yang diuraikan di atas dituangkan dalam tulisan yang dinamai proposal penelitian.
Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika kita akan melakukan perencanaan penelitian tindakan kelas, terutama mengidentifikasi dan mementukan masalah penelitian, sebagai berikut.
1) Permasalahan yang diidentifikasi harus merupakan masalah riil guru. Untuk itu perlu disertai data empirik, yaitu data yang berupa angka-angka, persentase, jumlah, dan sejenisnya. Bukan hanya data kualitatif seperti sebagiab besar, sebagian kecil, kebanyakan, dan sejenisnya;
2) Bersifat prblematik (dapat dipemecahkan & mendesak);
3) Masalah yg dipecahkan bermanfaat jelas;
4) Feasible & researchable;
5) Perumusan masalah berbentuk kesenjangan atau kalimat tanya;
6) Mengidentifikasi penyebab masalah;
7) Berbagai alternatif pemecahannya (brainstorming dengan guru lain/kolaboratif); dan
8) Siap di-action-kan.

3. MELAKSANAKAN TINDAKAN/ ACTION DAN (DAN OBSERVASI)
Berdasarkan proposal penelitian dan rancangan pembelajaran yang ada di RPP itulah bapak-ibu melaksanakan penelitian tindakan kelas (action). Selama melaksanakan penelitian tindakan kelas (action) dilakukan pengamatan (observasi) oleh ibu-bapak sendiri. Untuk melakukan pengamatan itu sebaiknya bapak-ibu dibantu oleh teman sejawat guru lainnya. Sehingga pengamatan dapat dilakukan secara objektif.
Dalam pelaksanaan aksi atau pelaksanaan tindakan (action di kelas) perlu disiapkan hal-hal berikut.
1) Bagaimana organisasi kelas
2) siapa yang melakukan observasi dan yang mencatat atau yang mengambil data di lapangan (di dalam kelas) selama action.
3) Siapa yang mengamati dan bagaimana bentuk alat (instrumen) untuk observasi
4) Dalam hal pelaksanaan PTK siswa harus dilibatkan

4. REFLEKSI
1. Kegiatan mengulas secara kritis tentang perubahan yang terjadi pada: siswa, guru, suasana kelas, dan seterusnya terjadi pada: siswa, guru, suasana kelas, dan seterusnya;
2. Dengan menggunakan pertanyaan: how, why, & what extent;
3. Mencatat kekurangan/kelemahan yang ada; dan
4. Berbagai hal tersebut sebagai bahan untuk perbaikan rencana baru.
Berdasarkan pelaksanaan (action) dan hasil pengamatan bapak-ibu guru melakukan refleksi (perenungan) bisa dilakukan sendiri dan atau lebih baik dilakukan bersama sejawat guru yang membantu pengamatan. Berdasarkan hasil refleksi inilah bapak-ibu guru melakukan perencanaan lagi untuk siklus berikutnya. Hal ini dilakukan bila dalam pelaksanaan siklus pertama itu hasilnya masih belum maksimal. Perencanaan berikutnya tentu dilakukan perubahan-perubahan atau pengembangan-pengembangan perencanaan termasuk perubahan atau pengembangan RPP. Yang perlu diperhatikan dan dilakukan pada waktu melakukan refleksi adalah hal-hal sebagai berikut.
1) Kegiatan mengulas secacar kritis tentang perubahan ygan terjadi pada baik pada siswa, guru, suasana kelas, dan sejenisnya.
2) Merefleksi dengan menggunakan pertanyaan: how, why, & what extent.
3) Mencatat kekurangan/kelamahan yang ada selama perencanaan, khususnya selama pelaksanaan tindakan (action)
4) Berbagai hal tersebut sebagai bahan untuk perbaikan rencana baru pada siklus berikutnya. Jika pelaksaan pada saat itu masih belum maksimal.

PERBAIKAN RENCANA (BARU)
Upaya perbaikan untuk perencanaan “baru” (untuk kegiatan siklus berikutnya), dilakukan atas dasar hasil catatan tindakan (action) dan refleksi. Perencanaan baru ini tentu dilakukan perubahan-perubahan atau pengembangan-pengembangan perencanaan metode pembelajarannya. Dan tentunya termasuk perubahan atau pengembangan RPP yang akan dilakukan pada siklus atau putaran berikutnya.

AKHIR TINDAKAN
1) Biasanya setelah 3 kali putaran PTK sudah dianggap/bias diakhiri dan dilaporkan hasilnya
2) Aspek yang dilaporkan: (1) setting kondisi lokasi; (2) hasil pelaksanaan tiap siklus, hasil pengamatan (kemajuan yang dicapai), hasil refleksi (berbagai perbaikan yang dilakukan); pembahasan hasil terhadap keseluruhan siklus (missal, memaparkan table hasil antar siklus dan seterusnya)
3) Berbagai perubahan yang perlu dicatat:
Siswa:
-Hasil belajar (harian, tengah semester, semester)
-Motivasi terhadap proses belajar mengajar
-Aktivitasnya
-Catatan portofolio
-Perubahan sikap dan lain sebagainya
Guru:
-Peningkatan pengetahuan
-Pengelolaan kelas
-Kepercayaan diri
-Peningkatan keterampilan mengajar
-Kecekatan
-Kemampuan proses belajar mengajar dan lain sebagainya



BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Berisi tentang:
1. Setting daerah/lokasi penelitian
yang berisi tentang uraian secara rinci dan kronologis tentang kondisi daerah/lokasi penelitian

2. Sajian data penelitian
Hasil penelitian berisi paparan tentang uraian penelitian yang sejalan dengan tujuan penelitian. Pada dasarnya uraian hasil penelitian berisi menjawab pertanyaan penelitian atau menjawab tujuan penelitian berdasarkan banyaknya siklus yang diterapkan/di action-kan:
SIKLUS I:
1 Paparkan data hasil penelitian pada setiap siklus yang dilakukan. Paparkan hasil pengamatan (termasuk kemajuan yg dicapai). Paparan dalam bentuk Tabel persentase dan dibawahnya diberikan komentar tentang angka (persentase) yang ekstrim-ekstrim saja. Tabel persentase tersebut, misalnya tentang:
Siswa:
-hasil belajar (harian, tengah semerter, semesteran)
-motivasi terhadap PBM
-aktivitasnya
-catatan portofolio
-perubahan sikap, dls
Guru:
-peningkatan pengetahuan
-pengelolaa kelasnya
-kepercayaan diri
-peningkatan keterampilan mengajar
-kecekatan mengajar
-kemampuan PBM, dls

2 Paparkan hasil refleksi, dengan guru/siapa saja refleksi dilakukan, dan uraikan/ jelaskan di sini. Termasuk berbagai perbaikan yg disarankan untuk dilakukan pada siklus berikutnya. Berbagai perubahan yang perlu dilakukan pada siklus selanjutnya.

SIKLUS II:
Pada dasarnya uraian pada siklus dua sama dengan siklus pertama, namun perlu dijelaskan apa saja perkembangan/ perubahan pembelajaran yang dilakukan pada siklus dua ini, isinya sebagai berikut.
1 Paparkan data hasil penelitian pada setiap siklus yang dilakukan. Paparkan hasil pengamatan (termasuk kemajuan yg dicapai). Paparan dalam bentuk Tabel persentase dan dibawahnya diberikan komentar tentang angka (persentase) yang ekstrim-ekstrim saja. Tabel persentase tersebut, misalnya tentang:
Siswa:
-hasil belajar (harian, tengah semerter, semesteran)
-motivasi terhadap PBM
-aktivitasnya
-catatan portofolio
-perubahan sikap, dls
Guru:
-peningkatan pengetahuan
-pengelolaa kelasnya
-kepercayaan diri
-peningkatan keterampilan mengajar
-kecekatan mengajar
-kemampuan PBM, dls

2 Paparkan hasil refleksi, dengan guru/siapa saja refleksi dilakukan, dan uraikan/ jelaskan di sini. Termasuk berbagai perbaikan yg disarankan untuk dilakukan pada siklus berikutnya. Berbagai perubahan yang perlu dilakukan pada siklus selanjutnya, dan begitu seterusnya. Jika pada siklus dua dirasa sudah cukup maka laporan pemaparan data cukup sampai disini.

3. Analisis Data Temuan Penelitian
Isi sub-bab analisis data yaitu:
1) Sandingkan dan bandingkan data (Tabel persentase) pada siklus pertama dan siklus dua.
2) Jika dilakukan 3 siklus, maka bandingkan dan sandingkan ketiga data (Tabel %) yang ada tersebut
3) Berikan penjelasan/uraian seberapa besar peningkatan yang terjadi antarsiklus tersebut (siklus 1, 2, dan 3) dan berikanlah komentar-komentar saudara sebagai peneliti

4.Temuan Penelitian atau Pengujian Hipotesis Tindakan
Isinya:
-Berdasarkan analisis data yang telah dipaparkan pada sub-bab di atas, maka jelaskan apakah temuan penelitian saudara sejalan dengan tujuan penelitian yang telah saudara tulis didepan atau tidak.
-Dengan kata lain, saudara juga menguji hipotesis tindakan yang telah saudara sebutkan di atas (di Bab I, bila saudara menggunakan sub-bab hipotesis tindakan).
-Dengan begitu, uraian sub-bab ini sebenarnya menjawab tujuan penelitian suadara. Jika ada dua tujuan, maka ada dua temuan. Jika ada tiga tujuan, maka ada tiga temuan penelitian.

5.Pembahasan Hasil Penelitian
Pembahasan hasil penelitian, rambu-rambu penulisan pembahasan hasil penelitian adalah sebagai berikut:
(1) Pembahasan hasil dilakukan terhadap keseluruhan siklus;
(2) Misalnya dengan memaparkan tabel hasil antarsiklus dan berbagai pengalaman keuntungan dan keutamaan temuan yang dialami pada waktu pelaksanaan (action) semuanya dijelaskan di sini;
(3) Temuan penelitian hendaknya didiskusikan/didialogkan dengan berbagai kajian teori dan temuan penelitian sebelumnya yang telah dipaparkan di bab tiga tentan kajian pustaka.






BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
1) Kesimpulan pada dasarnya menjawab secara singkat tujuan penelitian. Jika tujuan penelitiannya 2 kesimpulannya ya dua, Jika tujuan penelitiannya 1 kesimpulannya ya simpulannya satu. Dan begitu seterusnya
2) Paparkan kesimpulan biasanya berupa beberapa simpulan yang sejalan atau berurutan dengan rumusan masalah/tujuan penelitian.

Saran
Isinya yaitu paparkan beberapa saran sejalan dengan temuan penelitian.
Saran bisa ditujukan kepada penelitian lanjutan apa, aktivitas belajar siswa, guru, sekolah, dan komponen sekolah/pendidikan lainnya yang terkait dengan temuan peneitian.



DAFTAR PUSTAKA
1) Yang ditulis dalam Daftar Pustaka harus dirujuk/terkutip di dalam naskah proposal, dan sebaliknya nama yang dikutip dalam naskah proposal harus ditulis dalam Daftar Pustaka.
2) Urutan penulisan Daftar Pustaka yang gunakan urutannya: nama penulis buku, tahun terbit, judul buku (ditulis/dicetak miring), kota tempat terbit, dan nama penerbit
3) Disusun dengan urutan secara abjad nama pengarang,
Contoh:
Fatchan, Ach, 2009, Metode Penelitian Tindakan Kelas, Surabaya, Jenggala Pustaka Utama-
Lemlit UM.
Stringer, Ernie, 2004, Action Researh in Education, Columbus – New Jersey - Ohio, Merrill
Prentice Hall.



LAMPIRAN-LAMPIRAN
1.JADWAL PELAKSANAAN PENELITIAN
1) Berisi jadwal atau matrik kegiatan penelitian yang meliputi kegiatan persiapan, pelaksanaan dilapangan dan penyusunan laporan.
2) Jadwal pelaksanaan mengacu pada Metode Penelitian.
3) Jadwal penelitian dibuat sejak pembuatan proposal sampai dengan pembuatan laporan penelitian (selama 6 sampai 10 bulan)
4) Dengan demikian, yang realistik seorang guru atau sekelompok guru hanya mampu melakukan PTK satu atau dua kali dalam satu tahun.

2.PERSONALIA
Semua tim peneliti yang melaksanakan penelitian di lapangan harus tercantum semua, kecuali kalau guru melaksanakan PTK sendiri.

3.RINCIAN BIAYA PENELITIAN
Berisi rincian biaya penelitian yang mengacu pada kegiatan penelitian yang diuraikan dalam Metode Penelitian. Rekapitulasi biaya penelitian antara lain: untuk transport, uang lelah/honorarium, bahan habis, penyusunan instrumen, sewa peralatan dan sebagainya. Bila penelitian tersebut swadana, bagian ini tidak perlu dilengkapi.

3.RPP 4.INSTRUMEN PENELITIAN 5.CV PARA PENELITI 6.FOTO DOKUMENTASI, DLL

Read more: Langkah dan Susunan Pembuatan PTK beserta Proposalnya ( Penelitian Tindakan Kelas )|EDUCATION FOR OUR COUNTRY - PENDIDIKAN UNTUK NEGERI KITA
Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial No Derivatives

GURU SEBAGAI MOTIVATOR

Sebagai seorang calon pendidik kita harus tahu bagaimana cara kita memberikan motivasi terhadap anak didik kita, khususnya memberikan motivasi agar anak didik kita rajin belajar. Belajar merupakan sesuatu yang menyenangkan apabila diikuti dengan motivasi yang tinggi yaitu motivasi belajar. Motivasi belajar dapat berasal dari faktor dalam maupun luar. Faktor luar ini merupakan faktor yang berasal dari lingkungan orang lain. Motivasi belajar akan sangat baik apabila faktor luar ikut di dalamnya selain faktor dalam. faktor luar juga akan sangat berpengaruh terhadap semangat peserta didik untuk belajar. Belajar tidak hanya mengandalkan kemampuan kognitif saja tetapi juga psikomotor dan afektif .
Masih saya ingat saat saya masih duduk di bangku SD Bapak pernah bilang “kalau kamu bisa naik kelas dengan nilai yang baik dan mendapatkan rangking Bapak akan belikan kamu sepeda baru”. Mendengar kata - kata Bapak saya menjadi termotivasi untuk belajar lebih giat agar memperoleh sepeda baru itu. Berbeda saat saya duduk di bangku SMP dan seterusnya, Bapak sudah tidak dapat memberi motivasi saya agar mau belajar rajin dengan cara seperti itu. Motivasi seperti itu sudah tidak begitu diperdulikan karena pola pikir saya yang semakin berkembang sehingga sering menuntut hal - hal yang lebih dan sering tidak puas dengan yang diberikan orang tua karena tingkat kebutuhan saya pada saat saya SD dan sekarang berbeda.Saat SD dengan motivasi seperti itu saya dapat termotivasi sehingga dapt naik kelas dengan nilai yang baik dan tidak pada saat saya menginjak masa remaja dan dewasa. Motivasi ada 2 macam yaitu motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi Intrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif dan berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar karena dalam diri seseorang sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena adanya dorongan dari luar. Motivasi belajar yang bersumber dari faktor ekstrinsik, tujuan belajarnya dari luar faktor situasi belajar dengan kata lain anak belajar karena hendak mencapai tujuan yang terletak di luar hal yang dipelajarinya. Menginjak usia dewasa motivasi intrinsik memang mempengaruhi namun motivasi ekstrinsik juga masih saya perlukan seperti motivasi dari orang tua, keluarga ataupun teman. Pengertian motivasi itu sendiri yaitu keadaan internal yang menaikkan , mengarahkan, dan memelihara perilaku dengan kata lain motivasi merupakan salah satu penyebab yang sangat penting akan munculnya perilaku seseorang (Woolfolk 1993). Menurut Gagne dalam buku The Condition of Learning (1977) “Belajar terjadi apabila sesuatu situasi stimulus bersama dengan isi ingatan mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga perbuatannya (performance-nya) berubah dari waktu sebelum ia mengalami situasi itu ke waktu sesudah ia mengalami situasi tadi. Sedangkan Morgan memberikan definisi belajar adalah “Setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman”. Motivasi dan belajar apabila menjadi satu kesatuan maka akan bermanfaat bagi orang yang menggunakannya. Belajar merupakan suatu proses perbaikan kualitas diri sedangkan motivasi merupakan faktor pendorong untuk perbaikan kualitas diri, Maksudnya seseorang dapat dengan senang hati melakukan kegiatan apapun yang sedang dijalaninya. Tetapi tidak semua tugas  memberikan motivasi belajar dapat dilaksanakan oleh orangtua dalam keluarga terutama dalam hal ilmu pengetahuan dan berbagai macam ketrampilan. Oleh karena itu dikirimkan anak ke sekolah. Di sekolah, guru akan memberikan pengajaran dan pendidikan kepada anak serta motivasi-motivasi agar anak atau siswa semangat dalam belajar. Guru dapat memberikannya dengan cara yang berbeda-beda.
Ada beberapa strategi yang bisa digunakan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa yaitu sebagai berikut:
1) Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik.
Pada permulaan belajar mengajar seharusnya terlebih dahulu seorang guru menjelaskan mengenai Tujuan Instruksional Khusus yang akan dicapainya kepada siswa. Makin jelas tujuan maka makin besar pula motivasi dalam belajar.
2) Hadiah
Memberikan hadiah untuk siswa yang berprestasi. Hal ini akan memacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih giat lagi. Di samping itu, siswa yang belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengejar siswa yang berprestasi.
3) Saingan/kompetisi
Guru berusaha mengadakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya dan berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya.
4) Pujian
Sudah sepantasnya siswa yang berprestasi untuk diberikan penghargaan atau pujian.  Pujian itu bersifat membangun.
5) Hukuman
Hukuman diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya.
6) Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar
Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal ke peserta didik.
7) Membentuk kebiasaan belajar yang baik dan membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok
8) Menggunakan metode yang bervariasi, menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Motivasi belajar penting bagi siswa dan guru. Bagi siswa yaitu: (1) menyadarkan kedudukannya pada awal,proses dan hasil belajar; (2) menginformasikan kekuatan usaha belajar; (3)mengarahkan kegiatan belajar; (4) membesarkan semangat belajar; (5) menyadarkan proses belajar kemudian bekerja. Bagi guru yaitu: (1) membangkitkan, meningkatkan,memelihara semangat belajar siswa sampai berhasil; (2) mengetahui dan memahami motivasi belajar siswa di kelas bermacam-macam yaitu ada yang acuh, tak memusatkan perhatian, dan ada yang bersemangat belajar; (3) meningkatkan dan menyadarkan guru untuk memilih satu diantara beberapa peran yaitu sebagai penasihat,fasilitator, instruktur, teman diskusi, penyemangat, pemberi hadiah atau pendidik; (4) “unjuk kerja” rekayasa pedagogis maksudnya adalah semua siswa berhasil, “mengubah”siswa tak minat menjadi bersemangat belajar, siswa cerdas tak berminat menjadi semangat belajar

CARA MEMOTIVASI ANAK AGAR MAU BELAJAR

agar anak mau belajar
MOTIVASI dapat membuat perbedaan yang mencolok pada prestasi dua orang siswa yang tingkat intellegensinya sama. Bahkan anak yang paling cerdas di kelas tidak akan berhasil jika tidak ada dorongan dari dirinya sendiri untuk belajar. Sangatlah penting untuk membangkitkan rangsangan yang positif pada anak sejak usia dini. Penelitian menunjukkan bahwa lingkungan rumah yang hangat dan mendukung, akan memberi dorongan bagi anak untuk maju. Anak akan bersikap terbuka, tidak segan-segan terhadap minatnya yang khusus, dan merasa bebas untuk memenuhi rasa ingin tahunya.
Disiplin yang berlebihan atau terlalu ketat dapat membuat anak cemas dan menurunkan kemampuannya untuk memusatkan perhatian pada sesuatu yang khusus. Memberi pujian atas usaha dan prestasi merupakan dorongan yang lebih efektif daripada mencela suatu kegagalan. Hal ini cocok dilakukan bagi siswa yang baru mulai sekolah, yang sering merasa takut pada suasana di kelas waktu pertama kali masuk. Rasa percaya diri akan kemampuan intelektualnya yang sedang berkembang masih peka, dan ia memerlukan orangtuanya untuk mengobati rasa sakit hati dan kekecewaan yang tak terelakkan.
Hadiahnya adalah belajar. Seorang anak membaca buku mungkin karena ia ingin tahu lebih banyak mengenai suatu hal. Para ahli psikologi menyebutnya “motivasi intrinsik”, dan setiap orangtua dan guru menanggapinya dengan baik. Dengan motivasi ini, seorang anak memerlukan perhatian anda ketimbang penghargaan lain. Penelitian membuktikan bahwa pemberian hadiah untuk apa yang dilakukan anak yang sudah termotivasi malahan akan merusak minatnya yang alamiah. Memberikan hadiah karena anak mampu membaca tiga bab membuatnya berhenti sampai disitu. Namun bila dibiarkan, ia akan menyelesaikan seluruh isi buku.
Tunjukkan betapa usaha dan prestasi mempunyai arti yang penting. Salah satu caranya adalah mengisi rumah anda dengan bermacam-macam buku dan majalah, membaca surat kabar setiap hari, mengikuti berita sore di Televisi, dan menghadirkan percakapan sebagai bagian dari kehidupan kita sehari-hari.
setiap Hari Raya Idul Adha Alhamdulilah SDN Pangkah selalu menyembelih hewan Qurban berupa seekor sapi